mormon.org Seluruh Dunia

Mengapa gereja Anda sebelumnya mempraktikkan pernikahan jamak (poligami)?

Jawaban Resmi

Pada zaman mana pun, Tuhan telah memerintahkan umat-Nya untuk mempraktikkan pernikahan jamak. Sebagai contoh, Dia memberikan perintah ini kepada Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Daud, dan Salomo (Ajaran dan Perjanjian 132:1). Di lain waktu, Tuhan telah memberikan instruksi lain. Di dalam Kitab Mormon, Tuhan memberi tahu Nabi Yakub, “Karena tidak akan ada siapa pun di antara kamu yang memiliki kecuali satu istri; dan selir tidak akan dia miliki seorang pun ... karena jika Aku menghendaki, firman Tuhan Semesta Alam, membangkitkan benih keturunan bagi-Ku, Aku akan memerintahkan umat-Ku; jika tidak mereka akan menyimak hal-hal ini” (Yakub 2:27‒30).

Dalam dispensasi ini, Tuhan memerintahkan beberapa Orang Suci pionir untuk mempraktikkan pernikahan jamak. Nabi Joseph Smith dan mereka yang paling dekat dengannya, termasuk Brigham Young dan Heber C. Kimball, merasa tertantang oleh perintah ini, tetapi mereka mematuhinya. Para pemimpin Gereja mengatur praktik tersebut. Mereka yang masuk ke dalamnya harus diberi wewenang untuk melakukannya, dan pernikahan tersebut harus dilakukan melalui kuasa pemeteraian imamat. Pada tahun 1890, Presiden Wilford Woodruff menerima sebuah wahyu bahwa para pemimpin Gereja harus berhenti mengajarkan praktik pernikahan jamak (Maklumat Resmi 1).

Hukum Tuhan tentang pernikahan adalah monogami kecuali dia memerintahkan sebaliknya untuk membantu mendirikan Rumah Israel (lihat Encyclopedia of Mormonism Jilid 3, hlm. 1091‒1095).