mormon.org Seluruh Dunia

Apakah yang dimaksud dengan Hukum Kesucian?

Jawaban Resmi

Kuasa untuk menciptakan anak-anak adalah sangat sakral. Bapa kita di Surga telah memerintahkan bahwa kuasa sakral dan hak istimewa hubungan seksual hanya dapat dilakukan antara seorang pria dan wanita yang menikah secara resmi. Inilah hukum kesucian. Ini berarti bahwa kita tidak boleh melakukan hubungan seksual sebelum kita menikah, dan setelah kita menikah kita harus melakukan hubungan seksual hanya dengan suami atau istri kita.

Mematuhi hukum kesucian membawa keselamatan, kebahagiaan, kedamaian, dan rasa harga diri. Hal ini juga memperdalam kasih pernikahan dan melindungi keluarga. Melanggar hukum ini adalah serius. Tetapi mereka yang telah melanggarnya dapat memperoleh pengampunan dan kedamaian melalui pertobatan dan kepatuhan.

Allah menginginkan yang terbaik bagi Anda dan bagi semua anak-anak-Nya. Mengikuti rencana Allah dengan menunda keintiman untuk pernikahan akan membantu Anda dan keluarga Anda menjadi bahagia.

  • Kuasa prokreasi adalah sakral. Bapa Surgawi kita telah memberikan kepada kita perintah bahwa kuasa sakral dan privilese melakukan hubungan seks hanya antara seorang pria dan wanita, yang harus menikah secara sah. Kita menyebut ini hukum kesucian, artinya kita hendaknya tidak berhubungan seksual sebelum perjanjian sakral pernikahan. Juga selama pernikahan kita, kita hanya melakukan hubungan seks dengan pasangan kita. Respek bagi hukum kesucian memberi kita keamanan, kebahagiaan, kedamaian, serta kasih. Ini juga memperkuat pernikahan dan melindungi keluarga kita. Kurangnya kepatuhan terhadap hukum ini mendatangkan konsekuensi yang serius. Akan tetapi, orang yang melanggar hukum ini dapat memperoleh pengampunan dan kedamaian melalui pertobatan dan kepatuhan terhadap hukum Allah. Bapa Surgawi kita menginginkan yang terbaik bagi Anda dan semua anak Anda. Ketaatan terhadap perintah-perintah Allah dan kepatuhan terhadap hukum kesucian akan membantu Anda dan keluarga Anda. Tampilkan lebih banyak

Tidak Ada Hasil