mormon.org Seluruh Dunia
Jordan: Jordan Chou, misionaris, pemain musik, kasih, Amerika Serikat, bola basket, Mormon.

Hai, saya Jordan

Tentang Saya

Sekarang, saya lagi kuliah di Universitas Brigham Young. Saya bisa bahasa Indonesia karena saya melayani misi di Indonesia dari 2014 s/d 2016. Saya melayani karena saya ingin membagikan Injil Yesus Kristus dengan orang lain. Saya dengan teguh percaya bahwa setiap orang yang menerima Injil ini dan menjalankannya akan merasakan sukacita dan kedamaian yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Pada saat saya di misi, saya jatuh cinta dengan negara dan budaya Indonesia, dan saya ingin kembali lagi secepat mungkin. Selain itu, saya sangat menyukai musik! Saya main piano dan gitar dan saya suka bernyani juga. Saya sedang berpartisipasi dalam sebuah grup a cappella yang bernama Beyond Measure, dan saya bernyanyi suara empat atau bas. Silahkan mencari video kami di YouTube. :) Saya juga sangat menyukai berolahraga; ketika saya di SMA, saya bermain bola basket, berenang, dan berlari. Namun, saya juga suka jenis olahraga lainnya seperti bola voli dan ping pong. Saya suka sekali jalan-jalan ke berbagai negara. Budaya dan bahasa yang berbeda sangat menarik bagi saya, dan saya telah mempelajari banyak bahasa. Saya bisa berbicara bahasa Inggris, Spanyol, dan Indonesia dengan lancar, dan aku juga iso ngomong boso jowo, ning sing ngoko wae. Saya sedang mengambil kelas bahasa Arab dan bahasa Cina juga di kuliah. :)

Mengapa saya seorang Mormon

Saya adalah seorang Mormon karena saya telah membaca Kitab Mormon. Kitab itu memiliki kuasa yang menakjubkan untuk mengubah hati kita dan membuat kita ingin menjadi lebih baik. Sewaktu saya di misi, saya memiliki kesempatan untuk benar-benar mempelajarinya dan menerapkannya dalam kehidupan saya. Sewaktu saya membacanya dan berusaha untuk menjalankannya, saya merasakan hal-hal yang dinamai Paulus "buah Roh," seperti kasih, sukacita, kedamaian, dan kebaikan. Saya tahu bahwa itu adalah Roh Kudus bersaksi kepada saya bahwa apa yang telah saya baca adalah firman Tuhan. Karena itu dan banyak pengalaman lainnya, saya tahu bahwa saya memiliki seorang Bapa di Surga yang mengenal saya dan kesulitan yang saya lalui, dan bahwa Dia mengasihi saya dan anda. Dia ingin agar kita terus maju dan menjadi seperti Dia, dan pada akhirnya, kembali untuk hidup bersamaNya.

Bagaimana saya menjalani iman saya

Saya dulu melayani misi selama dua tahun, di mana saya meninggalkan negara asal saya dan keluarga serta teman saya untuk berangkat ke Indonesia agar saya dapat membagikan Injil Yesus Kristus dengan orang lain. Saya berharap untuk terus membagikan pengetahuan ini yang saya miliki karena saya tahu itu dapat memberkati kehidupan orang lain. Saya sendiri telah merasa berkat-berkat yang luar biasa sebagai hasil dari iman saya kepada Yesus Kristus. Saya juga berusaha untuk menjadi seperti Dia. Dia adalah contoh dan teladan kita dan Dia telah menunjukkan jalan yang benar kepada kita. Saya tahu ketika kita mengikuti Dia dan berupaya untuk mengembangkan sifat-sifat seperti Dia, kita pun akan menjadi lebih bahagia. Saya sering membaca Kitab Mormon karena saya merasa itu membantu saya untuk menjadi lebih seperti Dia. Salah satu ayat favorit saya darinya adalah Moroni 7:48 yang mengatakan, "berdoalah kepada Bapa dengan sekuat tenaga hati, agar kamu boleh dipenuhi dengan kasih ini, yang telah Dia limpahkan kepada semua yang adalah pengikut sejati Putra-Nya, Yesus Kristus." Saya tahu bahwa Allah mengenal kita secara pribadi dan mengasihi kita secara pribadi juga. Jadi, saya berusaha untuk melihat orang lain sebagaimana Allah melihat mereka, dan untuk mengasihi mereka secara sempurna seperti Dia akan mengasihi mereka. Saya juga suka bermain piano atau organ di gereja untuk membantu orang lain merasakan Roh Kudus, karena saya tahu bahwa music itu memiliki kuasa yang luar biasa untuk menjadi motivasi bagi orang lain untuk menjadikan kehidupan mereka lebih baik dan lebih selaras dengan keinginan Allah bagi mereka.