mormon.org Seluruh Dunia
Chad: NFL, Kilimanjaro, Wounded Warrior Proj, China, NFL Ambassador Asia, BYU Football, Mormon.

Hai, saya Chad

Tentang Saya

Saya menikah dengan dikaruniai tujuh anak. Saya bermain football di BYU dan di NFL. Saya melayani misi di Taiwan dan itu mengubah hidup saya dalam setiap cara. Karena itu, saya telah pergi ke Cina beberapa kali sebagai duta untuk NFL. Saya menyukai orang-orang Cina, saya senang berbicara bahasa mereka dan makan makanan mereka, namun saya terutama sangat mengasihi mereka. Saya menulis buku mengenai pengalaman saya sebagai pemain football, misionaris, suami, ayah, putra, dan teman. Buku itu bertajuk, “Surround Yourself with Greatness.” Beberapa hal terbaik dalam hidup saya mencakup menghadiri pertandingan dan drama sekolah anak-anak saya, mengendarai sepeda saya di pegunungan Utah, menghadiri acara olahraga BYU, makan sandwich kalkun dengan istri saya di Kneaders, serta membaca buku-buku yang bagus. NFLmeminta saya untuk mendaki Gunung Kilimanjaro pada Mei 2011 bersama Tedy Bruschi dari Patriots dan Jeff Fisher yang pernah melatih Titans Tennessee. Kami bergabung dengan 4 pejuang veteran dari kemiliteran kami dan disponsori oleh NFL, Wounded Warrior Project, dan Under Armour. Dua dari pejuang itu kakinya diamputasi, yang satunya lagi kehilangan mata kanannya, dan yang lain menderita PTSD [trauma pascaperang] Itu merupakan penjelajahan luar biasa yang mengajarkan saya begitu banyak tentang keberanian, kebebasan, kegigihan, dan mukjizat tentang Amerika Serikat. Saya akan membagikan bagian dari pengalaman ini dalam buku saya berikutnya yang hampir selesai yang bertajuk, “The Power of the Jersey.” Sebagai seorang pemain football saya bermain untuk para pelatih terhebat. Lee Salmans, Tom Rabb, LaVell Edwards, Ray Rhodes, Dick Vermeil, dan Andy Reid. kelas Dunia.

Mengapa saya seorang Mormon

Saya anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir karena saya tahu itu benar. Saya dibesarkan dalam keluarga OSZA dan itu adalah sesuatu yang senantiasa akan saya syukuri. Saya benar-benar tidak ingat saat ketika saya meragukan keaslian Gereja. Ayah saya terkena stroke hebat sewaktu saya berusia 18. Kelangsungan hidupnya sungguh luar biasa dan kesembuhannya menakjubkan. Ibu saya adalah pahlawan saya selama masa itu. Saya merasakan kedekatan dengan Bapa saya di Surga selama saat-saat sulit itu. Saya mulai menyadari betapa egoisnya saya sebagai remaja dan saya ingin menjadi lebih baik. Di kamar rumah sakit Ayahlah saya membuka panggilan misi resmi saya ke Taiwan. Saat saya dipanggil untuk melayani orang-orang Cina di Taiwan sebagai misionaris adalah ketika kesaksian saya tentang Juruselamat benar-benar tumbuh. Saya belajar mengenai kehidupan-Nya, ajaran-Nya, perumpamaan-Nya, kebaikan hati–Nya yang penuh kasih dan itu mengubah hati saya. Saya sadar, mungkin untuk pertama kalinya, betapa saya sangat membutuhkan Dia. Tanggung jawab saya di Taiwan adalah untuk mengajarkan Injil-Nya kepada siapa saja yang mau mendengarkan. Melayani misi merupakan hal yang paling menantang dan paling menyenangkan yang pernah saya lakukan. Belajar untuk berbicara bahasa Mandarin Cina merupakan ujian seperti mendaki Everest.

Bagaimana saya menjalani iman saya

Istri saya dan saya telah menikmati berbincang-bincang dengan para remaja sejak setelah kami menikah. Karena karier bola volinya dan karier football saya, kami memiliki banyak kesempatan untuk membagikan kesaksian kami tentang Juruselamat kepada para remaja. Kami telah terkesan dengan terang dalam hidup mereka serta banyak tantangan yang sedang mereka hadapi. Kami merasa lebih yakin daripada sebelumnya bahwa kedamaian sejati dan penghiburan sejati datang dari menaati perintah-perintah. Peranan terbesar kami dalam masyarakat adalah sebagai Ibu dan Ayah. Saya senang meluangkan waktu bersama anak-anak saya, menyaksikan pertandingan mereka, menghadiri drama sekolah mereka, membaca buku-buku di acara ayah dan donat, serta santap malam bersama setiap malam. Apa yang dapat lebih baik atau lebih penting selain hal itu. Selama lima tahun terakhir saya telah mengadakan turnamen golf untuk mendanai Cystic Fibrosis [kelainan genetika]. Saya memiliki beberapa teman yang terserang penyakit itu dan saya tidak sabar untuk mengadakan turnamen golf di masa datang untuk merayakan pemberantasan penyakit tersebut. Sampai saat itu tiba, kami akan terus mengumpulkan orang-orang bersama dalam perkara yang baik ini untuk menemukanobatnya. Penduduk Asli Amerika di negara ini selalu menarik bagi saya. Saya telah mempelajari mereka dalam buku-buku dan saya terus belajar dari mereka saat ini. Saya melayani dalam dewan pengurus Layanan Suku Indian Amerika untuk membantu Penduduk Asli Amerika mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Saya merasa bahwa pendidikan merupakan salah satu karunia terbesar kita. Saya senang mengunjungi sekolah-sekolah atau komunitas-komunitas Penduduk Asli Amerika dan membagikan kepada mereka keyakinan saya bahwa ketika kita menghindari narkoba dan alkohol, kehidupan kita memiliki lebih sedikit masalah dan kita jauh lebih mampu untuk mengatasi tantangan kehidupan. Saya telah diberkati dalam kehidupan saya oleh teman-teman dan tetangga yang luar biasa. Saya berutang kepada mereka semua. Mereka telah menjadi terang bagi saya dalam dunia yang selalu menantang. Lain kali Anda berada di luar di jejak bersepeda gunung di pegunungan Utah, saya berharap untuk bertemu dengan Anda. Tidak peduli dengan cuacanya, itu akan menjadi salah satu hari terhebat!