mormon.org Seluruh Dunia

Bagaimana Roh Kudus membantu Anda?

  • Karunia Roh Kudus telah menjadi penghiburan besar dalam kehidupan saya. Saya merasakan pengaruh-Nya terus-menerus dan bersyukur atas bimbingan-Nya. Kejadian sehari-hari yang sederhana seperti memutuskan untuk menelepon seorang teman, berpartisipasi dalam kegiatan tertentu, membuat keputusan keuangan, atau membantu anak-anak saya menghadapi pencobaan, semua telah dipengaruhi oleh bisikan Roh Kudus. Saya telah belajar bahwa jika saya mau berhenti dan mendengarkan perasaan dan bisikan yang saya terima, dan menindakinya, saya akan selaras dengan Bapa Surgawi saya. Tampilkan lebih banyak

  • Roh Kudus telah menolong saya dalam semua keputusan penting dalam hidup saya. Dari bergabung dengan Gereja, sampai pergi misi, dari siapa yang akan saya nikahi, sampai membeli rumah pertama kami, sampai memiliki anak-anak. Saya menghormati penemanan tetap dan bimbingan-Nya. Saya tahu tentang bisikan-bisikan-Nya dan setiap saya saya harus membangun keberanian untuk mengikuti dorongan-Nya, keselamatan dan kebahagiaan telah menjadi hasil akhirnya. Tampilkan lebih banyak

  • Allah menolong saya melalui Roh Kudus dengan membantu saya membuat pilihan-pilihan yang benar dalam keluarga saya, di kantor, dan dalam melayani di Gereja. Tampilkan lebih banyak

  • Roh Kudus membantu saya dalam mengendalikan tindakan dan pemikiran saya dalam bersosial dan pergaulan sehari-hari. Karena-Nya, saya semakin positif dan yakin terus dibantu dalam menjalani kehidupan saya. Tampilkan lebih banyak

  • Saya sungguh-sungguh percaya bahwa Roh Kudus telah menolong saya setiap hari dalam hidup saya sejak pertobatan saya. Ketika saya telah berusaha keras untuk mengikuti bisikan-bisikan-Nya, saya telah menerima berkat-berkat yang tidak ada habisnya dalam semua penemuan saya, dalam semua hubungan kerja saya dan dalam pernikahan saya dan dalam hubungan keluarga saya—dengan putra dan putri saya serta cucu-cucu saya. Saya memiliki kesaksian yang kuat tentang kebesaran Roh Kudus dalam kehidupan saya. Tampilkan lebih banyak

  • Roh Kudus membantu saya mendapatkan kedamaian batin. Itu memberi saya kesederhanaan dalam berpikir dan mengambil keputusan. Tampilkan lebih banyak

  • Sejak kanak-kanak, saya memiliki pengalaman unik dan istimewa tentang berkomunikasi dengan Pencipta saya, melalui doa pribadi saya. Dalam banyak kesempatan, saya memiliki perasaan, pikiran, dan rasa kedamaian, serta bimbingan ketika momohon bantuan-Nya dan jawaban-Nya terhadap persoalan saya. Saya ingat di malam yang gelap, hujan, dan dingin ketika saya terbangun sangat ketakutan sewaktu saya kecil, dan saya akan berdoa dengan iman, memohon Allah untuk menenangkan ketakutan saya, dan saya merasa sangat damai, dan saat ketakutan itu sirna, suatu perasaan hangat akan datang kembali, kedamaian, lalu perasaan aman, tahu bahwa Dia ada di sana, dekat saya, bahwa Dia mengenal saya, saya penting bagi Dia, Dia mengasihi saya, dan menginginkan yang terbaik bagi saya. Itulah sebabnya melalui Roh Kudus, Dia sungguh-sungguh berkomunikasi dengan saya untuk apa pun yang saya minta dari-Nya dalam iman. Juga, setiap kali saya memohon kepada-Nya dalam kepedihan untuk menolong saya menemukan barang penting yang hilang, saya dapat kembali dan mencari di tempat yang sama, dan sering kali saya menemukan barang yang hilang itu, namun setelah bertanya kepada-Nya. Kemudian saat dewasa, setiap bertemu pemuda yang menarik atau istimewa, saya akan berpaling pada Bapa Surgawi memohon bimbingan, agar Dia menolong saya menemukan orang terbaik yang bersamanya saya dapat bahagia. Dan setiap kali, saya menerima jawaban; kebanyakan adalah “Tidak,” dan hanya sekali adalah “Ya”!! Dan betapa menakjubkan hari itu! Tampilkan lebih banyak

  • Segala keputusan besar dalam hidup saya dibuat setelah mendengarkan dan mengikuti Roh Kudus. Bimbingan-Nya berbeda untuk setiap orang. Secara pribadi, itu bisa berbeda dari perasaan baik tentang suatu keputusan, mendengar perkataan di benak saya, atau di saat lain, saya merasakan kehangatan, nyaris meneteskan air mata. Namun, saya percaya dengan arah yang saya harus ambil. Keputusan terbesar yang saya buat adalah mengadopsi anak lelaki kami. Itu bukan ide saya, namun hal yang Allah bimbing agar saya lakukan (melalui perasaan Roh Kudus). Saya punya tiga bayi lewat operasi cesar (dan satu bayi meninggal di trimester kedua), dan dokter mengatakan tidak boleh lagi ada bayi di keluarga kami. Jujur, tidak masalah bagi saya. Anak sulung kami difabel, dan dengan dua anak perempuan yang masih kecil, rumah kami agak kacau! Lalu satu tahun setelah anak bungsu kami lahir, saya di ruang olahraga menonton acara TV tentang gadis kecil di panti asuhan di Cina. Suara lembut datang ke benak saya, “Anda dapat melakukan itu.” Itu datang entah dari mana. Namun saya tahu Roh Kudus memberi tahu saya untuk mengadopsi. Sekitar satu tahun setengah kemudian. Suami saya dan saya berkendara ke rumah orang tuanya setelah satu minggu berkemah dengan keluarga saya. Saat menikmati waktu berharga dengan orang-orang kesayangan, suami saya mengemukakan masalah adopsi, tahu bahwa keluarga yang terpenting dalam kehidupan. Saya sadar inilah saat segalanya menjadi serius. Itu ambisi besar, namun mewujudkannya agak menakutkan. OK, menakutkan! Saat kami pulang ke Texas, saya mulai berdoa apa yang harus kami lakukan. Saya menerima jawaban langsung dan spesifik sehingga saya tahu tidak ada pertanyaan tentang apa yang harus kami lakukan. Pikiran saya penuh kata-kata yang bukan milik saya. Itu seperti tulisan suci. Saya selesai berlutut dengan air mata menetes di wajah saya. Mulai saat itu, suami saya dan saya tahu bahwa kami akan mengadopsi anak difabel. Khususnya, saya mengharapkan anak lelaki kecil dengan Down syndrome sebaya putra kami. Setelah anak pertama kami, kami punya ide apa yang kami lakukan. Dan ada banyak anak difabel berjuang dengan sistem rumah asuh. Mereka membutuhkan rumah permanen penuh kasih. Sekitar empat hari kemudiam, saya menemukan anak lelaki kecil lewat tautan adopsi di situs web makanan cepat saji. Dia satu bulan lebih muda dari anak lelaki sulung kami dan memiliki Down syndrome. Pikiran pertama saya, “Saya dapat mengasihi anak lelaki kecil itu.” Saat itu, suami saya ada di ruang keluarga, berdansa bersama anak-anak. Saya dapat membayangkan anak lelaki kecil ini berbaur di dalamnya. Saya menunjukkan pada suami saya situs web-nya dan dia merasakan yang sama. Dibutuhkan delapan bulan sebelum kami membawanya ke rumah. Ada banyak hal positif dan negatif dalam proses itu, dan saya tahu Allah membimbing jalan agar putra kami pulang ke rumah kami. Dia tidak punya kemampuan verbal dan tak terlatih untuk ke toilet, jadi beberapa hari bisa menjadi sulit. Karena saya tahu inilah yang Allah inginkan bagi keluarga kami, ini membuat hari-hari sulit itu menjadi lebih mudah. Itu memberi saya kepercayaan diri dan penghiburan luar biasa bahwa saya dapat melakukannya. Itu yang Roh Kudus lakukan bagi saya. Rasa takut yang awalnya datang bersama proses ini sirna saat saya tahu ini jalan Allah bagi saya. Dengan mengikuti Roh Kudus, saya menemukan bahwa rencana Allah lebih baik daripada apa pun. Saya baru mulai melihat berkat yang Dia miliki untuk saya dan keluarga saya. Berkat itu berlanjut sampai kekekalan! Tampilkan lebih banyak

Tidak Ada Hasil