mormon.org Seluruh Dunia

Dapatkah Anda memikirkan suatu tantangan spesifik dalam keluarga Anda yang dapat diatasi dengan bantuan Asas-Asas Injil?

  • Ketika berusia 17 tahun, saya didiagnosis dengan gangguan imunitas tubuh yang sangat memengaruhi bagaimana saya menjalani hidup saya. Selama 17 tahun terakhir, saya telah banyak berpikir tentang bagaimana hidup saya seandainya saya tidak memiliki tantangan ini. Terkadang, saya merasa berkecil hati tentang kesempatan yang hilang dan gol kehidupan yang tidak terpenuhi. Namun, saya juga telah banyak berpikir tentang Allah dan tujuan utama saya di Bumi. Saya percaya tujuan utama saya di bumi adalah untuk mendapatkan tubuh jasmani dan bertumbuh secara rohani. Meskipun gangguan saya tidak memungkinkan saya untuk melakukan dan menjadi banyak hal yang saya inginkan, itu telah membantu saya bertumbuh secara rohani. Saya tahu bahwa Allah memberikan kepada kita masalah agar kita dapat menjadi orang-orang yang lebih baik. Saya merasa bersyukur atas kesempatan untuk bertumbuh ini dengan cara yang saya tidak akan pernah alami tanpa iman saya kepada Allah. Tampilkan lebih banyak

  • Menjadi ibu dari anak lelaki kecil yang lahir dengan cacat otak, saya telah menghadapi banyak tantangan. Putra kami tidak tumbuh dalam cara yang sama seperti anak-anak lain atau mencapai prestasi yang sama. Dia tidak dapat bermain dengan teman-teman, dia terkadang berjuang untuk berkomunikasi, dan dia dapat menjadi frustrasi. Sejak kami menjadi aktif di Gereja OSZA lokal kami, putra kecil kami menikmati hidup jauh lebih baik. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia memiliki teman-teman di luar sekolahnya, yang mengasihi dan peduli terhadapnya. Anak-anak di gereja sangat baik dan membantu serta suportif sehingga saya dapat mengawasi putra saya pergi dengan teman-teman barunya di acara-acara sosial Gereja. Putra saya tidak bertanggung jawab untuk pilihan-pilihan yang dia buat, dan saya telah belajar bahwa karena dia tidak bertanggung jawab, pengurbanan yang telah Yesus Kristus lakukan baginya berarti bahwa dia tidak perlu dibaptiskan. Dia adalah putra yang sangat istimewa Bapa Surgawi kita, dan saya merasakan privilese besar yang Dia percayakan kepada saya untuk merawat roh mungil yang luar biasa ini. Saya sangat bersyukur untuk pengetahuan itu. Putra saya mengasihi gereja; dia mengasihi orang-orang; dia senang bergabung dalam nyanyian bersama anak-anak lain. Dan kami telah sangat diberkati sebagai keluarga karena kami menjalankan Injil Yesus Kristus. Putra saya tidak dapat membaca sampai kami mulai menelaah tulisan suci bersama sebagai keluarga setiap hari. Dengan mengulangi kata-kata dan mengikuti, secara menakjubkan, dia mulai membaca sendiri. Ini sebuah langkah besar ke depan baginya, suatu kebahagiaan bagi saya sebagai ibunya, dan itu hanya satu contoh dari banyak berkat dalam menjalankan Injil yang telah kami alami. Biasanya sulit untuk merencanakan masa depan. Kami bertanya-tanya bagaimana putra kami akan menghadapi dunia, dan kami bertanya-tanya bagaimana cara menolong dia menemukan tempatnya di dalamnya. Sekarang kami memiliki jejaring dukungan yang luar biasa, putra saya memiliki sahabat pena untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dan dia belajar serta maju sepanjang waktu. Tampilkan lebih banyak

  • Saya telah menikah selama 16 tahun dengan seorang pria luar biasa yang saya kasihi. Kami punya lima anak ceria yang suka bermain. Yang tertua adalah anak perempuan, diikuti oleh empat anak lelaki. Kami senang bermain bersama dan kami biasanya menikmati penemanan satu sama lain. Pada tanggal 1 Januari 2008, kami sedang berlibur ketika putra kami yang berusia empat tahun, Russell, meninggal dalam kecelakaan kereta luncur. Kami tercengang. Kami terkejut. Kami berada di luar rasa percaya atau emosi. Satu menit kami sedang merencanakan perjalanan pulang ke rumah, dan menit berikutnya kami sedang berusaha mencari tahu bagaimana cara merencanakan pemakaman. Ketika suami saya, Kirk dan saya berada di ruang gawat darurat mengucapkan selamat tinggal kepada putra kami, kami dapat merasakan kehadiran Bapa Surgawi yang menghibur. Meskipun kami dipenuhi kesedihan, kami berdua memiliki konfirmasi yang kuat bahwa ini adalah bagian dari rencana Bapa Surgawi bagi keluarga kami. Sangatlah sulit menjelaskan betapa besar rasa sakit yang kami alami sementara masih merasakan kepastian kasih Bapa Surgawi kepada kami. Kami dapat merasakan pemeliharaan dan kepedulian-Nya terhadap perasaan kami yang lembut. Itu seolah-olah Dia sedang memeluk kami dalam dekapan-Nya dan menangis bersama kami. Itu merupakan momen sakral bagi kami sewaktu kami melepaskan putra kecil kami dan secara harafiah menempatkannya ke dalam Tangan Tuhan. Saya mengalami banyak suka dan duka sejak hari itu. Sejujurnya, saya lebih sering merasakan duka daripada suka. Itu telah menAdalah sangat sulit bagi saya untuk melewati kehilangan ini. Saya berjuang dengan depresi yang belum pernah saya alami. Ada banyak hari saya berjuang untuk keluar dari tempat tidur, dan banyak hari saya menyerah dan tetap berada di sana. Meskipun saya menghargai para dokter yang bekerja tanpa kenal lelah dalam upaya sia-sia untuk menyelamatkan hidup putra saya, pengalaman menyaksikan putra saya meninggal menyebabkan saya menderita gangguan stres pasca trauma. Saya mengalami serangan panik, kecemasan yang meningkat, sulit tidur, dan kesulitan menghadapi kehidupan. Adalah sulit untuk menjadi Ibu yang baik bagi anak-anak saya, tetapi saya melakukannya semampu saya. Selama tahun pertama yang mengerikan itu saya menghabiskan banyak waktu dalam percakapan yang terbuka dengan Bapa Surgawi. Terkadang saya memberi tahu Dia betapa marahnya saya dengan Dia, dan saya terkejut masih merasakan kasih-Nya begitu besar bagi saya. Saya memberi tahu Dia betapa sedihnya saya, betapa kesepiannya saya untuk Russell. Saya memberi tahu Bapa Surgawi betapa sakitnya, dan betapa sulitnya bagi saya untuk tersenyum. Lalu saya berhenti dan saya mendengarkan. Saya sangat kagum pada perhatian dan kepedulian yang saya rasakan dari Dia. Saya memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang rasa sakit yang pasti telah dialami Juruselamat saya di Taman Getsemani. Saya memahami, mungkin hanya bagian terkecil, bagaimana Bapa Surgawi saya pastilah menangis ketika Dia melihat Putra-Nya mati di kayu salib. Kemudian saya dipenuhi oleh kasih yang pasti Bapa Surgawi dan Juruselamat saya, Yesus Kristus, miliki bagi kita semua untuk melewati semua rasa sakit dan penderitaan untuk membuka jalan bagi kita untuk kembali hidup bersama Mereka. Tulisan suci tampak nyata bagi saya. Informasi baru dari kisah-kisah yang terkenal melompat dari halaman tulisan suci ke dalam hati saya. Pemahaman yang belum pernah saya pikirkan datang ke dalam pikiran saya dan mengajarkan kepada saya hal-hal besar. Dalam Yesaya 61:1, Tuhan berjanji bahwa Dia datang untuk “merawat orang-orang yang remuk hati” dan dalam Yesaya 61:3, Dia menjanjikan kita “perhiasan kepala ganti abu” dan “minyak untuk pesta ganti kain kabung.” Melalui Injil Yesus Kristus dan melalui hubungan saya dengan Bapa Surgawi saya, saya telah dirawat, saya telah menerima perhiasan kepala itu, dan saya mulai merasakan sukacita. Tampilkan lebih banyak

Tidak Ada Hasil