mormon.org Seluruh Dunia

Apa yang Anda lakukan untuk menolong memperkuat keluarga Anda dan menjadikannya berhasil?

  • Suami saya dan saya menulis pernyataan misi keluarga beberapa tahun lalu di hari peringatan pernikahan kami. Ini membantu kami merencanakan bagaimana kami ingin keluarga kami menjadi sekarang dan di masa depan. Kami mengambil selangkah demi selangkah dan kami menemukan kekuatan dalam hal-hal dasar, seperti berdoa dan pembacaan tulisan suci keluarga secara teratur. Kami menghadiri Gereja setiap hari Minggu, di mana kami mengambil Sakramen (mirip dengan persekutuan). Kami menjelaskan kepada anak-anak kami mengapa Sakramen, dan Gereja, sangat penting bagi kami. Kami juga berusaha mengadakan malam keluarga sekali seminggu, yang dalam Gereja Mormon disebut Malam Keluarga. Setiap minggu suami saya atau saya mengajarkan pelajaran singkat tentang Injil, yang biasanya diikuti dengan permainan. Terkadang kami merasa seperti anak-anak tidak memerhatikan, tetapi kemudian mereka menyebutkan sesuatu dari pelajaran dan kami menyadari bahwa mereka sebenarnya mendengarkan. Seringkali, kami berusaha memberikan teladan yang baik. Ketika anak-anak kami melihat kami membantu orang lain, mereka ingin membantu orang lain – anak-anak selalu meniru orang tua mereka. Selain malam keluarga, kami punya “sesi pelaksana” dari waktu ke waktu, di mana suami saya dan saya berbicara tentang kebutuhan kami sebagai keluarga (keuangan, pendidikan, jasmani, rohani, dll). Terkadang segala sesuatunya tampak berat, tetapi kami berusaha mencari tahu langkah-langkah yang dapat kami ambil untuk sampai ke tujuan kami. Dalam pertemuan pelaksana ini kami juga mengkaji ulang gol-gol masa lalu kami dan berbicara tentang bagaimana perkembangan kita dan apa yang dapat kami lakukan dengan lebih baik. Ini adalah pekerjaan yang sedang berjalan. Tampilkan lebih banyak

  • Setiap Senin, kami mengadakan malam keluarga. Itu adalah malam favorit putri-putri kami di minggu itu. Kami menyanyikan lagu bersama dan berdoa bersama lalu kami memberikan pelajaran singkat untuk teladan, tentang membagikan atau melayani atau berdoa dan kemudian kami main permainan seperti bebek, bebek, angsa dan kami memiliki camilan. Kami menantikan hari itu dan itu menolong kami memperoleh kedamaian di rumah yang sering gaduh. Tampilkan lebih banyak

  • Keluarga saya adalah hal paling penting bagi saya ... seperti kehidupan kita yang sibuk terkadang mendikte jadwal kita, saya menemukan diri saya lebih kuat membela “waktu santai” kita. Kita harus berusaha untuk menjadikannya prioritas untuk menyingkir sedikit dari dunia ... mengabaikan telepon, mematikan TV dan komputer dan mengadakan waktu keluarga gaya kuno yang baik. Ketika jadwal kita begitu padat, anak-anak akan sering bertanya, “Dapatkah kita memiliki suatu malam “Hanya Keluarga?” Itu biasanya bukan yang berlebihan hanya permainan, berondong jagung, api di dalam lubang api ... apa pun bersama-sama!!! Tampilkan lebih banyak

  • Kami menyempatkan meluangkan waktu bersama keluarga, kami berbincang mengenai kejadian sehari-hari dalam kehidupan kami dan berbincang mengenai Injil. Tampilkan lebih banyak

  • Suami saya dan saya berdoa bersama setiap pagi dan malam, dan kami berdoa secara pribadi. Kami juga menelaah tulisan suci bersama dan secara pribadi. Selain itu, kami memiliki satu malam yang disisihkan setiap minggu sebagaimana diimbaukan oleh Gereja, yaitu hari Senin dan tahu bagaimana hari Senin terkadang mengerikan, adalah masuk akal bahwa hari Senin juga akan menjadi waktu “malam keluarga” kami. Kami menyanyikan nyanyian rohani bersama, merencanakan minggu kami, membagikan renungan, dan kemudian melakukan kegiatan bersama-sama. Kami saling mendahulukan kebahagiaan satu sama lain, kami berkomunikasi dan kami hidup dengan yang terbaik dari kemampuan kami, tidak egois, seperti yang Kristus ajarkan kepada kami. Tampilkan lebih banyak

  • Saya mengasihi keluarga saya. Untuk waktu yang lama saya tidak menyadari betapa pentingnya keluarga itu. Itu tentang saya … egosentri dalam setiap arti kata tetapi saya tahu mereka adalah harta saya! Saya menghargai waktu mereka dan ruang mereka dan ketika mereka membutuhkan dorongan semangat saya senang membantu mereka. Keluarga adalah sangat penting! Adalah menyenangkan melihat bagian dari diri saya dalam diri mereka masing-masing. WOW! Tampilkan lebih banyak

  • Terlepas dari setiap pencobaan untuk membiarkan diri saya ditelan dalam karir seni, saya membuat keputusan bersama suami saya untuk menjadi ibu rumah tangga. Saya yakin keputusan ini mengecewakan beberapa profesor saya yang memiliki pengharapan tinggi untuk karir yang berhasil dan teliti setelah lulus sekolah. Namun, kami membuat keputusan ini karena kami dalam posisi untuk bisa mencapai gol ini, dan kami tidak akan pernah menyalahkan ibu siapa pun yang bekerja, atau ibu tunggal yang harus bekerja di luar rumah. Keputusan ini sesuai dengan keadaan keluarga kami. Saya memilih untuk menunda karir seni ini sampai mereka cukup dewasa, atau untuk mengurangi produktivitas saya, khususnya karena mereka masih sangat muda. Setelah 19 tahun membesarkan anak, saya sangat bersyukur untuk keputusan itu, bukan hanya karena saya telah di sana selama sepanjang waktu, baik dan buruk, menyenangkan dan menantang, tetapi sekali tahun-tahun itu berlalu, Anda tidak akan pernah mendapatkannya lagi. Dan segera 19 tahun itu telah berlalu. Saya tidak akan pernah menyesal memutuskan untuk tinggal di rumah dengan anak-anak saya. Saya tidak pernah merasa terpaksa melakukan itu. Itu adalah keputusan saya. Sementara dunia mungkin mengernyitkan alis terhadap keputusan itu, dan rasa hormat terhadap kecerdasan saya berkurang, tampak tidak relevan bila kita menganggap bahwa menjadi ibu bukan tentang “saya” lagi. Itu tentang “mereka” dan mengasuh hati dan pikiran kecil untuk menjadi orang yang mandiri, mapan, mampu dan bijaksana dengan integritas dan karakter, dan yang terpenting, anak-anak yang selalu merasa dikasihi, yakin dalam pengetahuan tentang siapa mereka, anak-anak Allah, dengan pengetahuan tentang kegenapan Injl Yesus Kristus. Terutama sejak 3 dari 4 anak-anak sekarang sudah remaja, saya melihat sekarang begitu banyak bagaimana keputusan ini untuk menjadi ibu yang tinggal di rumah telah benar-benar menguntungkan mereka dan diri saya. Hubungan kami dekat dan kuat dan saya telah melihat jenis individu apa mereka dapat menjadi. Mereka tidak hanya anak-anak yang berkarakter baik dengan standar-standar yang tinggi dan dengan rasa tanggung jawab, mereka menjadi cukup dewasa untuk berteman baik dengan saya juga. Pada akhirnya, kegenapan Injil ini dirancang untuk membantu keluarga-keluarga untuk menciptakan ikatan arti sesungguhnya, di mana kasih tak terbatas, bahkan ketika ada momen-momen sulit, kami berunding untuk berdoa bersama, saling mendoakan, saling menolong dan melayani, dan untuk mengasihi tanpa syarat. Dan tidak seperti keadaan lain, orang tua berhak untuk menerima jawaban terhadap doa-doa mengenai pengawasan kita yang amat sakral terhadap anak-anak kita. Kita dinasihati untuk menyertakan Bapa Surgawi kita dalam proses pengasuhan, yang adalah suatu penghiburan besar. Sebagai orang tua, saya telah menerima begitu banyak jawaban terhadap doa mengenai anak-anak saya dan kebutuhan rohani mereka, bahkan untuk mengetahui kapan seorang anak mungkin bahkan dalam bahaya rohani. Saya amat bersyukur atas kuasa doa. Itu artinya Tuhan nyata dan kegenapan Injil di zaman terakhir ini benar. Saya melihat tangan-Nya setiap hari, melalui rincian-rincian kecil dan lembut dari kehidupan saya, saya dapat berunding dengan Bapa Surgawi mengenai cara terbaik saya dapat menggunakan waktu saya dan untuk dengan paling baik melayani keluarga saya. Doa juga menolong saya mengatasi saat-saat frustrasi karena sifat kehidupan keluarga seringkali melibatkan frustasi & kesulitan, dan kadang pertempuran kehendak. Mendasarkan gaya pengasuhan saya pada kasih Yesus Kristus selalu membantu saya untuk menjaga anak-anak pada fokus sebagai anak-anak Allah. Berhenti sejenak dan mengucapkan doa selama saat-saat frustrasi itu menolong saya untuk menjernihkan pikiran saya, dengan mengatakan “bagaimana Juruselamat akan mengatasi ini?” atau “mohon berilah saya kekuatan” mencegah saya dari melakukan hal-hal tak diinginkan dan menolong saya mendekati situasi itu lebih rasional dan menjaga martabat setiap orang. Pada akhirnya, mempraktikkan setiap hari asas doa dan penelaahan tulisan suci, mencari bantuan Surgawi dalam kegiatan sehari-hari baik dalam doa individu dan keluarga, menciptakan waktu bersama yang berarti, yang sering berakhir menjadi momen tak terjadwal, adalah sarana yang melaluinya Bapa Surgawi telah rancang agar keluarga dapat dikuatkan. Tampilkan lebih banyak

Tidak Ada Hasil