mormon.org Seluruh Dunia

Apakah harapan itu dan apa yang Anda harapkan?

  • Saya belajar banyak tentang pengharapan selama tahun-tahun terakhir sejak putri kami didiagnosis punya kelainan genetik langka. Hati saya selalu menjangkau mereka yang mengalami patah hati dan masalah kesehatan dengan anak-anak mereka, namun saya tidak pernah menyangka SAYAlah yang akan bergumul dengan masalah itu. Saat putri kami didiagnosis, perasaan hampa menyelimuti saya. Namun saat saya menengok ke belakang, saya menyadari kekuatan dan ikatan dalam keluarga karena kami punya pengharapan untuk masa depan. Saya sadar Allah menuntun saya melewati momen-momen tersulit dan kesulitan dapat membuat kita lebih kuat. Tampilkan lebih banyak

  • Harapan adalah kata yang luar biasa. Bagi saya, “harapan” adalah tentang optimisme. Itu tentang melihat apa yang bisa bukan apa yang terlihatatau bahkan apa itu. Kita mengharapkan matahari ketika sedang hujan. Kita mengharapkan musim Semi ketika musim Dingin (setidaknya saya begitu—tetapi saya tidak suka merasa dingin!). Kita mengharapkan kesehatan ketika kita sakit. Kita mengharapkan kasih ketika kita merasa dibenci. Ketika kita memiliki harapan, kita tidak takut. Dan ketika kita memiliki harapan dalam hal-hal rohani, kita mengembangkan iman. Saya orang yang optimis yang mengharapkan hal-hal yang mungkin hanya saya dapat impikan. Saya berharap bahwa saya dapat menjadi lebih baik dalam golf, saya berharap bahwa saya dapat membesarkan keluarga yang baik, saya berharap bahwa kesehatan istri saya membaik, saya berharap bahwa saya dapat menyokong keuangan keluarga saya. Saya berharap bahwa putra saya dapat memperoleh pekerjaan, meskipun sulit bagi dia. Saya berharap bahwa pemerintah kita dapat melihat lebih jelas, bahwa para politisi kita dan media dapat mengurangi menyerang dengan sungguh-sungguh dan alih-alih berbicara tentang ide-ide dengan pikiran terbuka. Barangkali kemudian kita dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana mengatasi tantangan yang kita hadapi. Saya berharap bahwa kasih memenangkan kebencian, bahwa iman mengalahkan ketakutan, bahwa orang yang optimis menutupi yang pesimis, dan bahwa tutup stoples selai kacang jatuh ke tanah ... dengan sisi yang penuh dengan selai kacang menghadap ke atas! Tentu saja saya juga memiliki harapan dalam Kristus. Harapan itu membimbing pada iman. Dan semoga ... iman itu membimbing pada kasih amal dan kasih serta kedamaian dan kebahagiaan! Ya, harapan adalah kata yang LUAR BIASA! Tampilkan lebih banyak

  • Harapan adalah apa yang mengangkat kita dari kedalaman dukacita. Harapan memberi kita kekuatan untuk mengatasi tragedi kehidupan. Harapan adalah karunia yang Anda dapat berikan kepada seseorang yang kehilangan orang-orang terkasih mereka dan Anda masih memiliki orang-orang terkasih Anda. Harapan dapat mendatangkan sukacita di awal penyembuhan. Harapan ketika dibagikan mendatangkan kekuatan bagi orang lain, masyarakat, kota, bangsa, dunia. Harapan adalah kuat bahkan dalam bentuknya yang paling lembut dan tak terbendung dalam kekukatannya dan keduanya dapat menjadi satu dalam kilatan cahaya. Tampilkan lebih banyak

  • Selama Tahun Senior saya di perguruan tinggi, saya ingat suatu malam yang telah larut merasa sangat galau. Saya lulus di akhir semester itu, berkencan dengan seseorang secara serius tetapi masih tidak yakin bahwa dia adalah “orangnya”. Saya telah belajar untuk ujian masuk fakultas Hukum, tetapi di awal bulan itu saya telah menerima tawaran pekerjaan untuk pindah ke Korea dan diharapkan untuk menerima atau menolak tawaran itu hari berikutnya. Jadi, setelah perkacapan telepon yang panjang dengan ayah saya tentang ‘akibat’ dari meninggalkan fakultas hukum untuk pindah ke sisi lain dunia, saya meninggalkan apartemen saya dan pergi berjalan-jalan di sekitar kampus. Dan pada malam yang larut itu, menyusuri jalan-jalan sendiri, seolah-olah itu adalah persimpangan saya sendiri, merasa benar-benar terbebani. Bagaimana seandainya saya membuat pilihan yang salah? Bagaimana jika gadis ini adalah orangnya? Apakah ini jalan karir yang tepat bagi saya? Saya masih bisa mengingat dengan begitu jelas perasaan takut yang saya miliki. Dan sewaktu saya mencurahkan jiwa saya kepada Bapa Surgawi, meminta arahan, saya tidak menerima jawaban. Kehampaan pikiran itu tidak hilang. Namun, apa yang saya rasakan adalah, Ryan, jadilah patuh dan percayalah kepada-Ku dan Aku akan memeliharamu. Itu saja, tidak ada sorot lampu di pintu #1 atau pintu #2. Hanya penghiburan bahwa saya tidak perlu takut. Keesokan harinya, masih tidak yakin, tetapi kali ini dengan harapan alih-alih ketakutan, saya menerima tawaran pekerjaan itu dan 3 bulan kemudian pindah ke Seoul, Korea. 4 bulan kemudian, di Seoul sana, saya bertemu istri saya untuk pertama kalinya, 6.000 mil jauhnya dari rumahnya maupun rumah saya. Dia telah tiba seminggu sebelumnya dari Kanada untuk mengajar Bahasa Inggris di Korea. Setelah kami menikah selama 6 tahun, saya membawa Erin dan 2 anak kami saat itu untuk mengunjungi kampus perguruan tinggi lama saya untuk pertama kalinya. Sewaktu kami berjalan berkeliling, saya menggendong putri kami yang berumur 2 tahun di pundak saya dan putra kami yang berumur 4 tahun berlarian di sekitar kami. Cuacanya sempurna. Dan saya melihat istri saya yang cantik, berani, dan luar biasa, dan pada saat itu segalanya berhenti. Dan saya akhirnya memahami jawaban terhadap doa permohonan saya beberapa tahun lalu sebelumnya di tempat yang sama ini - “Inilah yang telah Aku cadangkan untukmu … itu semua sepadan.” Bagaimana saya akan memberikan apa pun untuk bisa kembali kepada pemuda itu malam itu, yang mengembara, takut, mencari jawaban, dan hanya memberinya satu kilasan dari semuanya yang menantinya, semua yang telah dia nanti-nantikan. Injil Yesus Kristus telah mengajarkan saya untuk memercayai Bapa Surgawi saya dan memiliki harapan. Tampilkan lebih banyak

Tidak Ada Hasil