mormon.org Seluruh Dunia

Hai, saya Chris

  • Chris Carlson
  • Chris Carlson
  • Chris Carlson
  • Chris Carlson
  • Chris Carlson
  • Chris Carlson
  • Chris Carlson
  • Chris Carlson

Tentang Saya

Suami dari istri yang luar biasa. Ayah dari dua anak lelaki yang energik. Saya bekerja di Perpustakaan Kongres. Saya senang bersepeda dan fotografi!

Mengapa saya seorang Mormon

Saya Mormon karena saya memercayai asas-asas yang diajarkan dalam Gereja adalah sejati dan benar. Saya memercayai Yesus Kristus dan saya percaya bahwa Gereja Mormon adalah Gereja-Nya di Bumi saat ini.

Kisah Pribadi

Bagaimana menghadiri peribadatan Gereja membantu Anda?

Saya menghadiri kebaktian setiap minggu. Kebaktian paling penting yang saya hadiri disebut Pertemuan Sakramen. Ini adalah pertemuan di mana kami mengambil roti dan air sebagai ingatan akan Yesus Kristus dan kami memperbarui janji-janji sakral yang telah kami buat dengan Allah. Ada juga berbagai pembicara yang membagikan pesan tentang topik-topik Injil. Pertemuan sakramen memberi saya kesempatan untuk merenungkan hal-hal yang benar-benar penting bagi saya seperti hubungan saya dengan Allah dan peran saya sebagai Ayah dan Suami. Saya merasa baterai rohani saya diisi ulang setelah menghadiri. Saya sering merasakan Roh Kudus selama Pertemuan Sakramen. Terkadang, saat saya mengambil sakramen, pikiran datang ke benak saya bahwa saya merasa diarahkan langsung dari Allah mengenai hal-hal yang hendaknya saya lakukan dalam hidup saya.

Bagaimana saya menjalani iman saya

Saya berusaha untuk menjalankan iman saya dengan menjadi baik hati, murah hati, dan melayani orang lain. Saya berusaha untuk memberikan teladan dari hidup yang bersih dan standar-standar moral yang tinggi. Terkadang saya kekurangan dalam bidang-bidang ini tetapi saya selalu terus berusaha. Menjadi suami dan ayah yang baik bagi istri dan anak-anak saya adalah yang paling penting bagi saya. Saya percaya bahwa pekerjaan paling penting yang pernah dapat saya lakukan berada di dalam dinding-dinding rumah saya sendiri. Saya berharap saya dapat menanamkan suatu jenis karakter pada anak-anak lelaki saya yang orang tua saya tanamkan pada saya. Iman saya adalah sauh untuk semua aspek kehidupan saya. Saya sering bertanya-tanya ke mana arah kehidupan saya jika saya tidak memiliki iman kepada Allah dan rencana-Nya bagi kita.