mormon.org Seluruh Dunia

Hai, saya Angie Pamela Wong Diaz

  • Angie Wong
  • Angie Wong
  • Angie Wong
  • Angie Wong
  • Angie Wong
  • Angie Wong
  • Angie Wong
  • Angie Wong

Tentang Saya

Saya memiliki minat kuat untuk memasak dan makan. Pertunjukan masak saya berbeda karena saya mengajarkan Injil dan memasak sebagai keluarga, itu penting. Di dapur kita belajar bersatu, menciptakan tradisi, dan menunjukkan kasih; kami saling membantu, berterima kasih, dan berbagi dengan anak-anak kami. Itulah yang orangtua saya ajarkan, dan itulah yang saya ajarkan kepada anak-anak saya sejak kecil. Menggunakan resep, kursus, dan lokakarya, saya mengajari para sister dan wanita cara mengembangkan diri dengan kemandirian di rumah. Tidaklah mudah bagi wanita yang memiliki masalah dalam hidup, di rumah, di tempat kerja, dan anak-anak, namun itu dapat dilakukan. Setiap hari saya bangun pagi dan berdoa untuk mengawali hari baru yang indah. Saya tersenyum dan bahagia agar hari itu akan mudah. Saya sibuk dengan pekerjaan sebagai ibu dari tiga anak kecil. Mereka prioritas hidup saya. Suami saya yang hebat adalah pilar saya. Kami melakukan pertunjukan sebagai pasangan dan saling membantu sebagai keluarga. Saya mencoba memenuhi gol-gol saya dan memberikan yang terbaik, satu-satunya wanita di kanal itu adalah anggota yang saleh dan tunggal, dan saya selalu mencoba menolong orang lain. Namun saya tahu saya mengajarkan Injil, saat saya menjadi teladan bagi diri sendiri dan orang lain.

Mengapa saya seorang Mormon

Orangtua saya membesarkan saya di Gereja. Saya orang Mormon. Dalam hidup ini saya belajar saat remaja, setelah dewasa, dan telah memenuhi kriteria saya. Dari pengalaman pribadi, saya memahami Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir adalah Gereja sejati. Saya telah berdoa untuk memahaminya, dan menerima jawaban. Setiap hari saya meneguhkannya melalui berkat dan kesempatan saya untuk maju. Saya tahu saya putri Allah, bahwa Dia ada, Dia memberikan Yesus sebagai Juruselamat saya, dan saya perlu memutuskan apakah akan mengikuti Dia atau tidak. Dia telah menjawab doa-doa saya. Dalam hidup, saya jadi memahami bahwa kita harus positif terhadap pencobaan kita untuk maju sebagai individu. Karenanya, dengan Injil akanlah lebih mudah untuk mengatasi kesulitan hidup. Itulah yang Injil ajarkan dalam hidup saya. Saya melihatnya dalam diri anak-anak saya saat mengajari mereka Injil, saat mereka berdoa dan bersyukur serta memohon sesuatu layaknya anak-anak. Demikianlah saya tahu tanpa ragu bahwa itu benar, saya melihatnya dalam kehidupan pribadi dan keluarga saya. Itu membuat kami lebih kuat.

Bagaimana saya menjalani iman saya

Saya menjalankan iman dengan melayani; itulah yang Tuhan ajarkan. Saya ingat kembali saat saya membuat gol melayani di panti wreda lokal. Saya menawari mereka santap malam Natal, membawakan hadiah, dan meluangkan waktu untuk membaca atau mendengar mereka bercerita. Itu pengalaman yang unik. Saya banyak belajar, dan kami membantu bersama remaja Gereja. Pada tayangan TV, saya menerapkan apa yang saya pelajari tentang penyimpanan makanan dan kerumahtanggaan untuk menghadapi saat sulit dengan sikap yang lebih positif agar saya bisa sukses. Setiap hari, saya menjalankan iman saya secara pribadi dan bersama keluarga supaya meningkat. Saya tidak sempurna, namun saya coba meningkat dalam hal-hal yang saya lakukan untuk membantu yang paling membutuhkan. Saya senang menolong orang lain dan mengajarkan sedikit yang saya ketahui. Resep makanan seperti iman. Dalam Injil, bahan-bahan yang berbeda diperlukan untuk menjadikan makanan sempurna. Demikian juga dengan iman, kasih, keluarga, karisma, dan menjadi teladan. Dengan membantu sesama kita dalam hal ini dan hal lainnya, kita akan dapat mengolah makanan yang lezat. Kita memiliki bahannya di dapur kita, namun kita tidak tahu cara menggunakannya secara tepat untuk membuat hidangan istimewa. Juga, kita harus menerapkan bahan-bahan itu dalam kehidupan kita untuk menambah rasa pada makanan dan hidup kita. Injil mengajari kita itu dan banyak lagi, jadi mari terapkan semuanya dalam iman kita.